Rabu, 25 Desember 2013

(Cerita) Lengan-lengan Guri

Lengan-lengan Guri


Guri pergi mengunjungi sahabat-sahabatnya di pingir pantai. Ia membawa oleh-oleh rumput laut yang dijemur.
Ia mengetuk pintu rumah Caca, si kepiting abu-abu. "Caca, aku bawa rumput laut kesukaanmu nih."
Caca dengan gembira menyambut Guri, "masuk Guri. Waah, terimakasih ya."
"Main yuk, Caca."
"Oke, main bekel yuk."
Caca mengambil bola karet dan 6 batu kecil lalu mulai bermain. Lincah capitnya melempar bola karet dan memungut batu. Caca lalu menyerahkan bola pada Guri. Guri mengambil bola dan mencoba melempar ke atas. Tapi bola itu melekat kuat di lengan Guri.
"Guri, dilempar dong bolanya."
"Duh, Ca, nempel ni. Uuuh.."
PANG
PONG
BRUK
PRANG!!





"Ya ampun! Guci kesayanganku!" Caca berlari menyamping dan memunguti pecahan guci berwarna kuning tersebut. Wajahnya nampak sedih. Guri merasa bersalah, "maaf, Ca. Aku tidak sengaja.." Tapi Caca hanya diam.
"Ya sudah, aku pulang saja ya, Ca.." Guri keluar dari rumah Caca dengan sedih.

Guri lalu pergi ke rumah temannya yang lain, Selly si Tiram hijau.
"Selly, aku bawa rumput laut kesukaanmu, nih."
Selly menyambut gembira kedatangan Guri. "Masuk Guri, sudah lama tidak bertemu."
"Main yuk, Selly."
"Boleh, main petak umpet yuk."
Selly bersembunyi di balik pasir sementara Guri menghitung.
"Sembilan belas..Dua puluh!"
Guri mulai mencari Selly. Dia mencari di belakang sofa, di balik lemari, namun tidak ketemu.
Guri lalu melihat cangkang hijau Selly di timbunan pasir, ia diam-diam mendekat.
"Ketemu!" Guri menepuk cangkang Selly.
Namun lengan Guri menempel pada Cangkang Selly.
"Guri, lepas dong."
"Duh, Selly, nempel ni. Uuuh.."
POP
BRUK
PRANG!!
"Piring buahku!!"
Selly melihat piring cantik kesayangannya yang pecah dengan sedih. Air mata menetes dari balik cangkangnya.
"Maaf Selly, aku tidak sengaja.." Tapi Selly hanya diam.
"Ya sudah, aku pulang ya.."

Di perjalanan pulang, Guri berjumpa dengan Kakek Penyu.
"Lho, Guri, kenapa wajahmu nampak sedih?"
"Aku tak sengaja memecahkan guci Caca dan Piring Selly, Kakek Penyu.."
"Kenapa bisa?"
"Lengan-lengankuku menempel terus." Guri memang memiliki delapan lengan dengan penghisap. "Semakin gugup, makin menempel kencang, Kakek.." Guri bercerita dengan sedih.
Kakek Penyu hanya mengangguk-angguk dan melanjutkan perjalanannya. Guri makin sedih, mengira Kakek Penyu tidak peduli padanya.

Keesokannya, pintu rumah Guri di terumbu karang diketuk. Ia sangat kaget saat membuka pintu. "Caca dan Selly? Kukira kalian tak mau bermain denganku lagi.."
Caca mengibaskan capitnya, "tidak Guri. Kemarin Kakek Penyu menemui kami, dia bilang lenganmu memang punya lubang penghisap."
"Iya, Guri. Kami mau main denganmu lagi, kan kamu tidak sengaja." Ujar Selly.
Mata Guri berlinang air mata, "terimakasih ya teman-teman."
"Tapi.." Caca dan Selly berkata bersama-sama.
"Ya?" tanya Guri.
"Kalau main di rumah kami, kamu pakai sarung lengan ini ya. Kakek Penyu membuatnya kemarin, lihat jumlah lengannya ada delapan seperti jumlah lenganmu."
Guri merasa terharu dan memeluk Caca dan Selly, "terimakasih Caca, Selly. Terimakasih juga Kakek Penyu."

"Umm, Guri. Lenganmu menempel di capitku." kata Caca.
"Dan cangkangku." sahut Selly.
"Ya ampun! Aku lupa pakai sarung lengan!" teriak Guri.
Dan ketiga sahabat itu pun tertawa.
***

Cerita ini diikutsertakan untuk Lomba Cerpen Anak yang diadakan Winner Class


4 komentar:

  1. wah, keren, ceritanya menjadi pemenang lomba. Di sela-sela kesibukan mengurus anak, mbak bisa membuat cerita bagus. ^^

    Salam kenal, Mak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mak :D Alhamdulillah, yang lain juga pada buat cerita yang bagus-bagus, bahkan ada yang menyisipkan hal ilmiah, keren :D ini ngetiknya pakai hp, mak. kalau pakai laptop direcokin anak :D jadi nunggu tidur dulu baru dicopy ke laptop. Nulis cerita, itu mirip seperti nyetir mobil, mak menurut saya, harus sering-sering latihan agar lancar :D

      Hapus
  2. wow mak... ceritanya keren banget :)
    gimana nih mak supaya ide tetep lancar untuk bikin cerpen anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, yang lain juga bagus-bagus :D kalau ide, saya dapat pas berinteraksi dengan anak malah mbak pipitta :D

      Hapus

Hai, terima kasih sudah mampir :) semoga postingan ini bermanfaat untuk kamu. Terima kasih sudah meluangkan waktu berkomentar :)
Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus.