Kamis, 30 November 2017
Cara Kirim Cerpen Anak ke Rubrik Permata Majalah Ummi
Jumat, 19 Mei 2017
Cara Saya Mengiringi Hari (Anak) yang Aktif
Selasa, 02 Mei 2017
Cara Memilih PAUD untuk Anak
Senin, 06 Januari 2014
Di balik Cerita Anak 'Lengan-lengan Guri'
Agak lama saya menyelesaikan cerita untuk lomba ini. Beberapa ide terasa tidak cocok dan saya eliminasi. Ide cerita ini muncul tiba-tiba saat saya iseng bercerita pada Rakha (17m). Rakha diam saja mendengarkan dan tampak menunggu cerita saya berlanjut. Cerita ini harus ditulis, pikir saya.
Cerita ini mulai saya tulis via hp. Yup, hp saja, saya menggunakan laptop di saat-saat terakhir editing dan posting ke blog. Cerita ini saya kerjakan sesempatnya. Di sela-sela perjalanan dalam mobil sambil menggendong Rakha yang tertidur, saya mengetik di hp dengan sebelah tangan. Di sela-sela menyuapi Rakha, di sela-sela bermain dengan Rakha. Karena kalau menunggu sampai bisa mengetik di laptop, bisa nggak selesai-selesai :p
Saat hampir selesai cerita, saya termenung, kok, saat bikin cerita sa ya tidak mencari data dahulu. Padahal sudah mepet sekali, tapi saya sempatkan mencari sedikit data di wikipedia. Dan ternyata, hampir saya melakukan kesalahan. Gurita berbeda dengan cumi-cumi. Tangan gurita dinamakan lengan, bukan tentakel. Segera saya edit dan posting di blog dengan judul 'Lengan-lengan Guri'.
Alhamdulillah, dan sangat tidak saya sangka, cerita saya berhasil menjadi pemenang lomba. Bisa dilihat di blog Winner Class
www.WinnerClass.blogspot.com
Rabu, 25 Desember 2013
(Cerita) Lengan-lengan Guri
Senin, 23 Desember 2013
Solo untuk kota layak anak
Apa kriteria kota layak anak?
Sudah sering saya lewati plang reklame 'wujudkan solo sebagai kota layak anak', dan sering pula saya mbatin , kok nggak kelihatan ya perkembangan ke arah kota layak anaknya?
Mungkin perkembangannya lebih tersirat jadi saya belum bisa lihat :)
Tapi kalau boleh berharap pada pemerintah kota solo ya, saya mau minta :
1. Seribu taman bermain anak.Yang gratis :p Tempat permainan anak di mal-mal bayar 10 - 25 rb per jam, mana pengantar tidak boleh ikut main, *eh.
2. Dukung dan perbanyak pameran buku anak, dari pada ngomel-ngomel nyuruh anak berhenti main game, lebih baik gencarkan gerakan gemar membaca.
3. Giatkan gerakan main di luar, eh ini mah sudah dipakai sama restoran fastfood ya taglinenya :p
4. Syaratkan tempat-tempat publik yang sering dikunjungi anak-anak aman, seperti jangan ada sudut tajam yang berpotensi mengenai anak, memasang jaring pengaman, dan sebagainya.
Ini hanya sekedar pemikiran saya saja :) kalau ternyata artian kota layak anak memang bukan seperti itu, berarti yang saya tulis di atas untuk kota yang asyik buat anak :D
Kamis, 07 Mei 2009
Penemuan Kacamata
Kali ini aku bekerja sama dengan Dhiah. Sepertinya dosen pembimbing kami memberikan tema ini karena kami berdua sama-sama mengenakan kacamata ^^; Achoo! Hidungku Tersumbat

Di sini pertama kali aku bekerja sama dengan orang lain. tentu pada awalnya ada beberapa kendala, bagaimana membagi tugas, membagi waktu, kesel-keselan, ngambek :) Alhamdulillah akhirnya kami (Riska dan Rubby) bisa menyelesaikan buku ini. Sekarang kl ingat masa-masa itu mau ketawa aja, kesalnya udah lewat, yang paling keingetan justru rasa keripik seblak yang sering dimakan Rubby saat mengerjakan buku ini.
Di dalam buku ini diceritakan tentang flu - bagaimana cara masuknya, apa reaksi sistem kekebalan tubuh kita, dan apa yang terjadi saat kita terkena flu. jangan lupa di buku ini juga disertakan saran-saran (dengan gambar-gambar, tentunya :p ) apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menghindari flu, dan tindakan yang kita lakukan jika kita terkena flu.
Dear para Mom, untuk menasihati buah hati tentang pentingnya kesehatan, bisa memberi buku ini sehingga mereka mengerti dengan cara yang menyenangkan :)
Selasa, 05 Mei 2009
My First Published Book : Penemuan Madu

Cover dalam dari buku pertamaku, hingga kinipun rasanya masih bahagia serta tersipu saat melihatnya. Tersipu karena temanku sendiri ada yang tak percaya naskah ini bisa lolos mata editor, sekaligus bahagia karena aku begitu beruntung bertemu editor yang tak hanya melihat tampilan luar (Best Wishes for you, Bu Retno. Andalah orang pertama yang mengatakan karya saya, "Bagus.").

