Tampilkan postingan dengan label giveaway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label giveaway. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2015

Sound of music for Ubii

Saya silent reader blognya mbak grace, blogwalking tapi nggak pernah komen, haha..suka bingung mau komen apa..setiap ada updatean tentang ubii, biasanya saya sempatkan baca. Diam-diam pula saya doakan..
Tapi untuk event yang ini, saya sudah wanti2 diri saya sendiri saya ingin ikutan, karena ini hadiah untuk ubii..
Well, ubi...here is my simple drawing for you, my best wishes..



Saya berharap Ubii bisa sehat, pipi chubby, dan bisa menikmati musik setelah pemasangan implan koklea, bahkan jika senang, semoga Ubii bisa menguasai salah satu alat musik. Bisa akur dan saling menyayangi dengan adiknya, saling dukung mendukung. Ini ceritanya Ubii sedang main piano dan adiknya sedang menyanyi :) Ubii kelihatan cantik dan segar, memakai dress bunga-bunga yang cantik.
Papa dan Mamanya yang bertugas foto-foto jadi nggak kelihatan :)




Kamis, 12 Februari 2015

Teori menulisku


Sebagai seorang perempuan dengan golongan darah A sejati, hehehe, saya selalu membuat persiapan dulu sebelum bergerak, makin detail makin bagus.
Termasuk dalam menulis.

Terhitung dalam dua tahun ini saya sudah mengikuti empat kelas menulis online. Dua untuk buku/cerita anak, dan dua untuk novel dan cerpen remaja.

Seharusnya saya sudah menerbitkan empat naskah kan ya?
Kenyataannya belum, semua masih dalam draft kasar.

Ih kok bisa siiiih?
Ya bisa dong! *nyengir*

Kamis, 29 Januari 2015

Setiap langkah itu

24 Mei 2012

Jam 9 pagi lebih, Rakha lahir. Kelahiran yang terlalu maju dari jadwal yang kami perkirakan.
Rakha lahir prematur dengan BB 2100 gram. Tentu saja saya bahagia ia lahir selamat, tapi juga sekaligus was-was karena Rakha langsung masuk inkubator, bahkan disarankan pindah ke Rumah Sakit lain dengan fasilitas NICU. 

Terbesit pikiran buruk serta rasa bersalah. Apakah saya pernah salah makan saat hamil? Apakah karena saya terlau banyak pikiran karena ini anak pertama? Ataukah karena...?
Aah...Astaghfirullah...rasa bersalah yang tiada ujungnya itu begitu membebani hati dan pikiran, membuat saya demikian stress dan murung.
Saat saya demikian terpuruknya, suami dan ibu bergantian mendampingi, mendukung, menasihati dan membantu hingga pikiran tersebut agak terlupakan.
Ruang Seruni RS Harapan Kita

Rabu, 22 Januari 2014

Glamor di Rumah


Glamor di Rumah



Setelah membaca artikel milik Pakde Cholik di sini, saya jadi teringat kepada Ibu saya.

Saya dulu pernah melihat Ibu saya berdandan terburu-buru, dan beliau hanya mengulaskan seulas lispstik merah. Wajah Ibu saya itu putih, jadi saat dipadu dengan lipstik merah, wajahnya seketika tampak cerah.
Inilah yang Ibu saya sarankan kepada saya. Bahwa wanita, hanya dengan lipstik saja, wajahnya sudah terlihat berwarna. 


Ini adalah lipstik merah yang saya punya, malu-malu sebetulnya. Biasanya saya menggunakan lipstik warna kalem, dengan blush on warna peach.
Suatu waktu saya coba, tentu saja tipis-tipis dahulu, ternyata benar. Wajah saya seketika terlihat cerah seperti wajah Ibu saya saat itu.
Terlebih jika saya menggunakan full make up, suami saya biasanya malah bingung, “mau kemana, Mah?” :D
Jadi sekarang, Lipstik merah ini menjadi andalan saya saat di rumah.
Glamor di Rumah, kenapa tidak?

Artikeln ini diikutsertakan untuk lomba Giveaway 2 Hari di sini