Jumat, 31 Januari 2014

Teng Teng, waktunya jadi Princess

Setelah jadwal mandi, makan, main, dan bobo Rakha selesai. Untuk yang sesi satu :p dan suasana rumah hening, malah jadi bingung mau ngapain, hihi. Karena sebelumnya begitu riuh, mau ngerjain apa-apa pun jadi belum terkumpul konsentrasinya.

Jadilah saya menyeduh teh.

Aah, ini 'me time' paling mudah :)

Rabu, 22 Januari 2014

Glamor di Rumah


Glamor di Rumah



Setelah membaca artikel milik Pakde Cholik di sini, saya jadi teringat kepada Ibu saya.

Saya dulu pernah melihat Ibu saya berdandan terburu-buru, dan beliau hanya mengulaskan seulas lispstik merah. Wajah Ibu saya itu putih, jadi saat dipadu dengan lipstik merah, wajahnya seketika tampak cerah.
Inilah yang Ibu saya sarankan kepada saya. Bahwa wanita, hanya dengan lipstik saja, wajahnya sudah terlihat berwarna. 


Ini adalah lipstik merah yang saya punya, malu-malu sebetulnya. Biasanya saya menggunakan lipstik warna kalem, dengan blush on warna peach.
Suatu waktu saya coba, tentu saja tipis-tipis dahulu, ternyata benar. Wajah saya seketika terlihat cerah seperti wajah Ibu saya saat itu.
Terlebih jika saya menggunakan full make up, suami saya biasanya malah bingung, “mau kemana, Mah?” :D
Jadi sekarang, Lipstik merah ini menjadi andalan saya saat di rumah.
Glamor di Rumah, kenapa tidak?

Artikeln ini diikutsertakan untuk lomba Giveaway 2 Hari di sini 


Senin, 06 Januari 2014

Di balik Cerita Anak 'Lengan-lengan Guri'

Agak lama saya menyelesaikan cerita untuk lomba ini. Beberapa ide terasa tidak cocok dan saya eliminasi. Ide cerita ini muncul tiba-tiba saat saya iseng bercerita pada Rakha (17m). Rakha diam saja mendengarkan dan tampak menunggu cerita saya berlanjut. Cerita ini harus ditulis, pikir saya.

Cerita ini mulai saya tulis via hp. Yup, hp saja, saya menggunakan laptop di saat-saat terakhir editing dan posting ke blog. Cerita ini saya kerjakan sesempatnya. Di sela-sela perjalanan dalam mobil sambil menggendong Rakha yang tertidur, saya mengetik di hp dengan sebelah tangan. Di sela-sela menyuapi Rakha, di sela-sela bermain dengan Rakha. Karena kalau menunggu sampai bisa mengetik di laptop, bisa nggak selesai-selesai :p

Saat hampir selesai cerita, saya termenung, kok, saat bikin cerita sa ya tidak mencari data dahulu. Padahal sudah mepet sekali, tapi saya sempatkan mencari sedikit data di wikipedia. Dan ternyata, hampir saya melakukan kesalahan. Gurita berbeda dengan cumi-cumi. Tangan gurita dinamakan lengan, bukan tentakel. Segera saya edit dan posting di blog dengan judul 'Lengan-lengan Guri'.

Alhamdulillah, dan sangat tidak saya sangka, cerita saya berhasil menjadi pemenang lomba. Bisa dilihat di blog Winner Class
www.WinnerClass.blogspot.com

Rabu, 25 Desember 2013

(Cerita) Lengan-lengan Guri

Lengan-lengan Guri


Guri pergi mengunjungi sahabat-sahabatnya di pingir pantai. Ia membawa oleh-oleh rumput laut yang dijemur.
Ia mengetuk pintu rumah Caca, si kepiting abu-abu. "Caca, aku bawa rumput laut kesukaanmu nih."
Caca dengan gembira menyambut Guri, "masuk Guri. Waah, terimakasih ya."
"Main yuk, Caca."
"Oke, main bekel yuk."
Caca mengambil bola karet dan 6 batu kecil lalu mulai bermain. Lincah capitnya melempar bola karet dan memungut batu. Caca lalu menyerahkan bola pada Guri. Guri mengambil bola dan mencoba melempar ke atas. Tapi bola itu melekat kuat di lengan Guri.
"Guri, dilempar dong bolanya."
"Duh, Ca, nempel ni. Uuuh.."
PANG
PONG
BRUK
PRANG!!

Senin, 23 Desember 2013

Kirim Cerpen ke majalah Kawanku

Ternyata banyak ya yang tertarik mengirim cerpen ke majalah Kawanku :)
Berikut saya tulis syarat dan alamat email untuk pengiriman Cerpen. Oh ya sebelum salah sangka, saya bukan dari redaksi ataupun bekerja di majalah kawanku ya :)
Majalah Kawanku
Syarat :
1. Jumlah karakter 9100 termasuk spasi.
2. Ketik spasi double.
3. Cantumkan identitas lengkap, alamat, email, dan nomor rekening.
Kirim naskah cerpen kamu ke :
cerpenkawanku@gmail.com
Kenapa yang saya tuliskan alamat email saja? Karena saya mengirim naskah via email, dan Alhamdulillah berhasil tembus :)
Tips mengirim naskah :
1. Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, terlebih saat menulis pengantar di badan email. Hindari bahasa alay :)
2. Pilih tema yang jarang dikirim. Drama percintaan remaja jelas banyak sekali yang mengirim ya, coba buat cerpen yang berbeda, misal horor, misteri, psikologi :) menggabungkan asmara remaja dan horor juga bisa :D buat cerpenmu berbeda, menarik, dan jangan lupa tetap dunia remaja :)
Semoga berguna
Happy writing
Riska

Solo untuk kota layak anak

Apa kriteria kota layak anak?

Sudah sering saya lewati plang reklame 'wujudkan solo sebagai kota layak anak', dan sering pula saya mbatin , kok nggak kelihatan ya perkembangan ke arah kota layak anaknya?
Mungkin perkembangannya lebih tersirat jadi saya belum bisa lihat :)
Tapi kalau boleh berharap pada pemerintah kota solo ya, saya mau minta :
1. Seribu taman bermain anak.Yang gratis :p Tempat permainan anak di mal-mal bayar 10 - 25 rb per jam, mana pengantar tidak boleh ikut main, *eh.
2. Dukung dan perbanyak pameran buku anak, dari pada ngomel-ngomel nyuruh anak berhenti main game, lebih baik gencarkan gerakan gemar membaca.
3.   Giatkan gerakan main di luar, eh ini mah sudah dipakai sama restoran fastfood ya taglinenya :p
4. Syaratkan tempat-tempat publik yang sering dikunjungi anak-anak aman, seperti jangan ada sudut tajam yang berpotensi mengenai anak, memasang jaring pengaman, dan sebagainya.

Ini hanya sekedar pemikiran saya saja :) kalau ternyata artian kota layak anak memang bukan seperti itu, berarti yang saya tulis di atas untuk kota yang asyik buat anak :D

Rabu, 18 Desember 2013

Illustration Friday : Spirit

It's been long time ago since i pick my pencil and draw again. When i browsing to IllustrationFriday.com, i had this urge to spill my mind. And these are what 'spirit' means to me.